Selasa, 01 Januari 2013


“...Perkenankan jika mungkin, di hari nanti kami bisa mendengar tidak dengan telinga kami yang amat tebatas ini, perkenankan juga kami mendengar tidak hanya suara-suara yang amat menjebak jiwa dungu ini, tetapi juga mendengarkan apapun saja : cahaya, inti warna, sepi atau bisikan-Mu yang tiada terperi...”

-Penggalan puisi Emha Ainun Nadjib “Asmaul Husna”-

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar