Minggu, 17 April 2016

Detik

Saat itu detik waktu serasa berhenti. Napasku tersengal. Bukan karena penyakit yang kuderita. Tetapi lebih dari itu.

Adrenalin ku terpacu. Nalarku mulai merangkai satu demi satu benang yang kusut. Bergetar tangan ku menyaksikan apa yang telah kurangkai sendiri.

Sering juga katakan bahwa hidup itu  memang penuh dengan misteri.
Tapi yang belum juga kupahami, kenapa rasanya sesakit ini...

Waktu itu aku hanya berharap. Hujan datang dan menghapus semuanya. Atau, tolong bangunkan aku dari mimpi yang mengerikan ini....
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar