Rabu, 04 November 2015

Hujan

Sebuah kata yang sekarang ini menjadi perbincangan.
Bagaimana mungkin satu kata yang membuat ilmuwan berspekulasi tentang teori, siklus alam, mengeluarkan semua teori mereka tentang bagaimana mengeluarkan hujan.

Hujan,

Satu kata yang membuat banyak orang yang jarang menyentuh air wudhu menjadi benar-benar religius

Hujan,

Satu kata yang membuat sastrawan menuliskan betapa romantisnya hujan
Membuat banyak orang merindukannya.

Dan. Semoga ketika besok sang hujan datang, orang-orang tak berubah mengeluh tentangnya.

"Aku menunggu. Kamu menunggu. Meski terkadang menunggu tak se-inci pun menyeret kita untuk bertemu di titik rindu. Tapi ah, adakah yang lebih indah dan syahdu dari dua jiwa yang saling menunggu? Yang tak saling menyapa, tapi diam-diam mengucap nama dalam do’a?"

-Azhar Nurun Ala-

Jumat, 09 Oktober 2015

Memahami

Mungkin bagi seorang mahasiswa calon guru, mendengar kata memahami akan merujuk pada C2 pada dimensi kognitif. Memahami adalah salah satu kata yang mudah saja untuk diucapkan.


Rabu, 07 Oktober 2015

Hujan, Bulan, dan Matahari #2

Hei kawan, ternyata kisah ini masih berlanjut

Kuberitahu kau suatu hal

Matahari tanpa bulan akan menyebabkan panas yang tak berujung
Matahari tanpa hujan akan menyebabkan kekeringan yang luar biasa
Matahari tanpa bulan akan menyisakan kesedihan, air mata mungkin yang akan membasahi bumi menggantikan fungsi hujan

Bulan tanpa matahari akan menyebabkan suatu kedinginan yang mematikan
Bulan tanpa hujan tak akan punya air yang bisa ditarik gravitasinya
Dan nelayan akan mengeluh karena perjalanannya terganggu
Siklus iklim bumi akan terganggu

Hujan tanpa matahari tak akan bisa menguapkan air
Dengan kata lain hujan tak kan pernah ada
Huja tanpa bulan akan menyebarkan kesedihan

Bukan tentang beda
Bukan tentang beda prinsip
Bukan tentang beda rasa

Hanya terkadang manusia terlalu sombong untuk mengakui egonya

Karena hidup itu terlalu berharga untuk dilewati dengan kesedihan dan kemarahan

-miftah_n-

Diam

Terkadang diam itu lebih menyakitkan daripada sebuah kemarahan