Jumat, 03 Mei 2013

Nurani dan Kesombongan

Nurani dan Kesombongan

Ketika langit tak bisa lagi menahan apa yang dikandungnya
Ketika lautan tak lagi bisa menahan gejolak amarahnya
Ketika bumi tak bisa lagi menahan rasa sakitnya
Dan ketika manusia semakin angkuh dengan kesombonganya

Makhluk yang apik diciptakan,
Tapi sombong
Tak menyadari bahwa yang Maha Sempurna adalah
Tuhan Pencipta Alam
Hanya Allah SWT

Azab tiba,
Sesal menggelayut  dalam dada
Sesak menghujam dada

Air mata yang mengalir
Sungai saat musim hujan
Tapi apa artinya,
Jika tak disertai taubatan nasuha
Jika tak disertai instrospeksi diri

Sebuah langkah nyata
Dari sebuah tugas suci
Sebagai khalifah.,
Nurani itu masih ada,
Tak pernah bohong
Hanya terselubung

(ditulis saat Lat UN Diknas Tahap 1 @201)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar