Selasa, 14 April 2015

Lari....

Lari! Ayo lari! Bukankah hal ini yang selama ini kau inginkan?
Ayolah! Ini masih awal! Ayo lari!
Tidak! Nafasku mulai habis. Apa-apaan ini. Apa yang ku lakukan.
Tempat macam apa ini? Kenapa aku ada di sini?
Ah, lupakan. Aku akan berlari lagi. Jawaban itu tak ada di sini.

"Nak, maukah kau kuberitahu sesuatu? Saat kau berlari tadi, apa yang kau rasakan? Apa semua beban mu hilang? Apa semua pertanyaanmu sudah terjawab?"

Tidak. Pertanyaan itu masih berada dalam benakku.
Apa-apaan ini. Kenapa dadaku sesak? Tidak. Aku masih cukup kuat untuk berlari.

"Nak, tahukah kau kenapa pertanyaan itu masih ada? Karena jawabannnya ada pada dirimu sendiri. Tahukah kau kenapa dadamu sesak? Karena kau menutup diri dari sebuah pemahaman. Pemahaman yang tak akan membuatmu untuk lari dari kenyataan. Pemahaman yang akan membuat bebanmu itu hilang.
Nak, Tuhan itu tak akan memberimu sebuah ujian tanpa jawaban. Tak akan Memberikan sebuah ujian yang tak kau bisa selesaikan. Maka sekarang kembalilah. Perbaiki semua kekacauan yang kau sebabkan. "
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar