Kamis, 04 Agustus 2011

“Doa Seorang Ayah”

“Doa Seorang Ayah”
Tuhanku….
Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat,
Untuk mengetahui manakala ia lemah dan cukup berani;
Menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut;
Manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan,
Jujur dan rendah hati serta berbudi halus, dalam kemenangan;
Bentuklah putraku menjadi manusia
yang hasratnya tak pernah mati;
Putra yang selalu mengingat Engkau, dan insyaf bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengertian.
Tuhanku,
Aku mohon agar putraku jangan dipimpin di jalan yang mudah dan lunak,
Tetapi di bawah tekanan dan desakan, kesulitan, dan tantangan
Didiklah putraku supaya teguh berdiri di atas badai serta berbalas kasih terhadap mereka yang gagal.
Bentuklah putraku menjadi manusia yang hatinya jernih, yang cita-citanya tinggi, putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum berhasrat memimpin orang lain.
Putra menjangkau masa depan   namun tak pernah melupakan masa lampau dan  setelah ini menjadi miliknya.
Aku mohon agar putraku juga diberi perasaan jenaka, agar ia dapat bersungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlampau serius
Tuhanku ….
Berilah ia kerendahan hati,
Agar ia selalu ingat kesederhanaan, keagungan sejati, sumber kearifan, kelembutan, dan pada kekuatan sejati;
Dengan demikian, maka aku ayahnya akan memberanikan diri berkata,
“Hidupku tidaklah sia-sia”
(Puisi yang dikirim oleh Jendral Duglas Mac Arthur buat istrinya yang sedang melahirkan pada Perang Dunia ke-2)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar